Berita Bola

5 Kunci Sukses Man City Juarai EPL 2018-2019

Manchester City berhasil jadi kampiun Liga Inggris musim ini. The Citizen menyingkirkan Liverpool dalam kompetisi intens, terutama dalam sejumlah bulan terakhir.

Ini ialah kemenangan kedua Manchester City secara berturut-turut alias back-to-back di Premier League. Man City sukses mempertahankan gelar yang digapai musim lalu.

Tak tidak sedikit klub yang dapat mencatatkan prestasi semacam ini. Faktanya, Man City jadi satu-satunya klub yang dapat mencatatkan prestasi tersebut dalam satu dasawarsa terakhir, atau semenjak klub satu kota, Manchester United memenangi tiga musim beruntun, dari 2006-2007 sampai 2008-2009.

Man City menyegel gelar dalam laga pamungkas musim ini dengan mengungguli tim tuan rumah, Brighton, di The American Express Community Stadium, Minggu malam WIB (12/5/2019).

Man City sempat terbelakang lewat gol Murray menit ke-27, tetapi satu menit berselang, Sergio Aguero menyamakan skor jadi 1-1. Setelah itu, keran gol The Citizen mengalir deras, setiap lewat Aymeric Laporte menit ke-38, Riyad Mahrez 63′, dan Ilkay Gundogan 72′.

Secara khusus, kemenangan atas Brighton tersebut jadi kemenangan ke-14 secara berturut-turut yang dibukukan Man City sepanjang musim ini. Tak dipungkiri, pencapaian tersebut jadi satu salah satu kunci Man City memenangi gelar musim ini.

Lantas, apa lagi yang jadi kunci beda kemenangan Manchester City sehingga dapat mempertahankan gelar Premier League dari ancaman Liverpool musim in? Berikut lima kunci tersebut, seperti dikutip situs bandar bola online dari Marca.

14 Kemenangan Beruntun

Tak terdapat yang membantah, kemenangan dalam 14 laga terakhir tanpa putus, jadi satu salah satu kunci yang menciptakan Manchester City dapat mengakhiri musim ini dengan raihan gelar.

Man City kali terakhir kalah pada 29 Januari 2019 ketika melawan Newcastle.

Lebih lanjut, pasukan Pep Guardiola ini memenangi 18 dari 19 laga terakhir mereka. Hasilnya, Vincent Kompany dkk dapat mengumpulkan 54 dari maksimal 57 poin.

Performa Raheem Sterling

Satu pemain yang layak mendapat sorotan dan punya kontribusi nyata dalam raihan gelar Manchester City di Premier League musim ini ialah Raheem Sterling.

Pemain internasional Inggris ini mencetak 17 gol dan membuat 10 assist. Penampilannya tersebut membuatnya memenangi gelar pemain muda terbaik musim ini.

Penampilan Sterling ini diyakini lumayan penting bikin timnya dan Sterling tergolong kunci dalam kampanye City yang impresif musim ini.

Kebangkitan Bernardo Silva

Bersama teman satu timnya, Sergio Aguero dan Sterling, Bernardo Silva jadi salah seorang pemain terbaik Man City sepanjang musim ini. Kendati, penampilan kesatunya di City dirasakan di bawah standar.

Silva mengupayakan mengambil “keuntungan” dari cedera yang dirasakan Kevin de Bruyne. Pemain internasional Belgia itu dirasakan belum dapat kembali performa terbaik serta memperlihatkan konsistensi menilik cedera yang menimpanya. Akhirnya, Silva muncul memenuhi kekosongan yang ditinggalkan de Bruyne.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memuji kontribusi Silva sepanjang kampanye musim ini dan melabelinya sebagai Pemain Terbaik Premier League 2018-2019, lebih dari Virgil van Dijk, yang malah memenangi penghargaan itu.

Ilkay Gundogan Bebas Cedera

Pemain Jerman ini tampil dalam 31 pertandingan, 23 di antaranya ia turun sebagai starter dan mencetak enam gol. Dia dianggap sukses menggantikan Fernandinho ketika diminta dan memenangi keyakinan Guardiola guna jadi motor penggerak pasukan Citizen.

21 Gol Aguero

Setiap kesebelasan yang berambisi menjadi juara mesti punya modal berupa ketajaman striker dan Manchester City dipercayai sudah menemukan amunisi itu sejumlah waktu kemudian dalam diri Sergio Aguero.

Pemain internasional Argentina ini mencetak 21 gol musim ini, sama laksana musim lalu. Torehan 21 gol musim ini tersebut, menciptakan Aguero sukses mencetak lebih dari 20 gol dalam satu musim, guna lima musim secara beruntun.

Terbaru, ia mengindikasikan ketajamannya pada ketika krusial, dengan mencetak gol penyeimbang skor jadi 1-1 ketika melawan Brighton. Gol tersebut jadi pendahuluan keran gol City yang akhirnya mengirimkan mereka jadi juara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *